Wow, Sudah Tahu Fakta Mengejutkan tentang Wafer dan Keripik Ini?

Ternyata, oh ternyata...

Wow, Sudah Tahu Fakta Mengejutkan tentang Wafer dan Keripik Ini?Bintang.com

Line IDN Times

Bagi kebanyakan orang, keripik dan wafer mungkin dianggap dua hal yang jauh berbeda. Terlebih bagi orang Indonesia yang terbiasa mengenal wafer sebagai snack dengan rasa manis, sementara keripik lebih dominan dengan rasa asinnya.

Tapi faktanya, wafer dan keripik punya banyak kesamaan lho. Pertama, dua makanan tersebut sama-sama ditemukan sebagai jajanan ringan dan bukan makanan utama. Keduanya secara spesifik punya konsumen dominan, yakni remaja atau anak kecil yang doyan ngemil. Sekalipun tak mustahil bahwa orang dewasa juga menyukai baik wafer maupun keripik.

Di samping itu, wafer dan keripik ternyata berasal dari daerah yang sama, yakni Benua Biru alias Eropa.

025083000-1477656386-keripik-apel-1-3c401fd2c54e8504ccc93d929de36556.jpgBintang.com

Tak terlalu jelas siapa yang memulainya. Tapi, masyarakat Inggris bisa dibilang adalah salah satu bangsa yang mulai mempopulerkan keripik. Soalnya, salah satu menu sarapan dari masyarakat Inggris adalah kentang goreng yang dipotong memanjang alias 'chips'. Di samping itu, orang Inggris sudah biasa mengolah chips dari material selain kentang. Misalnya coklat maupun potongan buah-buahan yang dikeringkan.

Baca juga: 20 Jajanan SD yang Bikin Masa Kecilmu Bahagia, Masih Ingat?

wafer-zaman-dulu-d916132fad1e583293d6acde06f8d7a5.jpghistoricfood.com

Sementara itu, wafer biasa dihidangkan untuk masyarakat kelas atas Eropa sejak abad pertengahan (sekitar abad ke-5) sampai awal abad Renaisans (sekitar abad ke-14). Kala itu, wafer dijadikan makanan pencuci mulut di ritual semi-religius. Selama berabad-abad setelahnya, wafer masih menjadi menu dessert. Hingga akhirnya di era modern, wafer menjadi sahabat baik es krim dalam bentuk yang beragam, seperti wafer cone.

Saat ini, keripik lebih condong didefinisikan sebagai gorengan yang terbuat dari buah, sayur, dan bahan-bahan lainnya yang dikeringkan serta berbentuk tipis. Penyajiannya pun hanya “selembar”. Sementara itu, wafer lebih identik dengan adonan berlapis-lapis seperti sandwich

18-pink-wafers-xlarge-transqvzuuqpflyliwib6ntmjwfsvwez-ven7c6bhu2jjnt8-xlarge-trans-nvbqzqnjv4bqqvzuuqpflyliwib6ntmjwfsvwez-ven7c6bhu2jjnt8-81161945ccf9ae2594a1b2e3c5ec27ff.jpgThe Telegraph

Jadi, kamu lebih suka keripik atau wafer nih?

Baca juga: Gak Nyangka, 6 Rasa Keripik Anti-Mainstream Ini Beneran Ada!

Read More
ARTIKEL REKOMENDASI